4 Cara Pemerintah Memaksimalkan Sistem Keamanan Jakarta pada Asian Games

Asian Games, juga dikenal sebagai Asiad, merupakan sebuah acara multi-olahraga kontinental yang diadakan setiap empat tahun di antara atlet dari seluruh Asia. Pertandingan diatur oleh Federasi Asian Games (AGF) dari Pertandingan pertama di New Delhi, India, hingga Olimpiade 1978. Sejak Olimpiade 1982 mereka telah diorganisir oleh Olympic Council of Asia (OCA), setelah pecahnya Federasi Asian Games. Olimpiade diakui oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan digambarkan sebagai acara multi-olahraga terbesar kedua setelah Olimpiade.

Tahun ini, Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah untuk salah satu ajang multi-olahraga ini. Asian Games sendiri dilaksanakan di dua tempat, yakni Palembang dan Jakarta. Namun, Jakarta menjadi kota yang paling sering disorot media karena kota ini menjadi pusat Indonesia. Tidak heran, pemerintah juga memperketat sistem keamanan selama berlangsungnya Asian Games. Seperti apa saja upaya pemeritah untuk mengoptimalkan sistem keamanan Jakarta pada Asian games?

  1. Memaksimalkan personel keamanan di Jakarta

Aparat keamanan, mulai dari kepolisian, TNI dan Badan Intelijen Negara (BIN) akan memastikan perhelatan yang diikuti sekitar 15.000 atlet dan ofisial ini berlangsung kondusif. “Polisi menyiapkan 100.000 pasukan bersama TNI. Jauh lebih banyak (personel) keamanan dari pada atlet. Lima kali lipat. Baik keseluruhan maupun personal dijaga, untuk cegah Jakarta ada terorisme. Selain itu, Polri juga akan menggelar Operasi Among Raga 2018 selama 16 hari pelaksanaan Asian Games.

  1. Melakukan pengamanan venue

Sementara itu, salah satu venue pertandingan yang akan memiliki pengamanan super ketat yaitu Stadion Utama Gelora Bung Karno (SU GBK). Hal ini cukup mahfum karena stadion berkapasitas 76.000 penonton ini menjadi lokasi upacara pembukaan dan penutupan Asian Games 2018. Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sri Hartoyo mengatakan, SU GBK akan dilengkapi dengan sistem kamera CCTV yang memiliki kemampuan mendeteksi wajah atau face recognition. Sistem keamanan yang canggih tersebut merupakan CCTV 7K. Selain mampu menganalisa wajah, juga menganalisa tingkah laku seseorang yang diduga hendak berbuat kejahatan.

  1. Menerapkan Prinsip Zero Tolerance

Chief de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, yang juga Wakapolri Komjen Sjafruddin menegaskan, hal-hal yang menyangkut sistem pengamanan semuanya akan dilaksanakan sesuai standar internasional dan merujuk pada ketentuan Olympic Council of Asia (OCA). Menurutnya, sasaran yang kita jadikan target untuk pengamanan yang pertama adalah event itu sendiri yang menggunakan standar intenasional. Yang kedua kita menerapkan prosedur ketat yang Zero Tolerance (tanpa pandang bulu) dan berstandar Internasional.

  1. Memperbanyak jumlah CCTV di pusat tempat dilaksanakannya Asian Games

Kepala Unit Pelaksanana Teknis (UPT) Jakarta Smart City Setiaji mengatakan pihaknya telah menambah kamera Closed Circuit Television (CCTV) di sejumlah titik ramai selama Asian Games 2018. CCTV juga akan ditambahkan di beberapa tempat yang dinilai signifikan selama Asian Games, yakni:

  • di venue,
  • wisma atlet,
  • serta jalan-jalan yang dilalui atlet.

Bahkan, mereka menambahkan 100 CCTV dari 7000 CCTV, tempat wisata juga ada. Penambahan CCTV di kawasan ramai Asian Games dinilai dapat mempercepat layanan pengaduan masyarakat Jakarta dari kasus kriminal.  Sementara untuk kawasan wisata Kota Tua yang telah menerima penambahan CCTV telah dilegkapi dengan jaringan 5G. Jaringan tersebut sedang dalam masa uji coba sebuah provider telepon. Pemasangan jaringan berkualitas tinggi sebesar 5G tersebut mempermudah kerja Jakarta Smart City dalam pelayanan para wisatawan. Untuk mendapatkan cctv Anda boleh membeli cctv di toko online yang menjual cctv di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *